Senin, 18 Juni 2012

Masih perlukah gengsi?


Mengapa kita membeli HP yang jauh lebih mahal dari keperluan kita?
Mengapa harus membeli mobil yang mahal sekali yang jauh daripada kebutuhan kita?
Mengapa kita sering tak mau mengalah dan terlibat dalam perdebatan dengan orang lain?
Mengapa banyak orang berkelahi bahkan membunuh hanya karena tersinggung masalah kecil?
Mengapa orang banyak “ngutang” demi gaya hidup yang maksimal, dengan pendapatan minimal?

Semua jawabannya demi GENGSI. Kita gengsi kalo kita tak punya baju bagus, mobil mewah, HP terbaru, atau Gedget Mutakhir. Bahkan kita gengsi untuk meminta maaf meskipun kita tau kita salah ato karena usia kita lebih tua. Manusia ingin dihargai, sayangnya kita sering kebablasan, kita haus akan kebanggaan diri yang tak ada habis-habisnya. Diri kita ingin selalu menang dari orang lain, ingin selalu dihormati, ingin dilayani. Kita mati-matian melindungi diri kita agar tidak disinggung orang, agar tidak direndahkan atau dihina.


Orang yang memilih GENGSI sebenarnya tak punya apa-apa yang patut dibanggakan. Maksudnya, tidak punya perbuatan yang besar bagi orang-orang disekitarnya. Karena itu, untuk memperoleh  rasa hormat secara mudah dan instan kita melakukan kegiatan “besar” itu. (mudah mudahan pembaca mudeng)



Beberapa tips untuk menghilangkan Gengsi :
~ Nikmati saja apa yang kita miliki, dan bukan apa yang tidak kita miliki.
~ Lakukan sesuatu dengan hati yang memang tahu mengapa kita patut melakukannya, tak ada lagi yang namanya ikut-ikutan trend. Yang pasti hanya sesaat dan menyesatkan.
~ Jadi pandai. Berikan kesempatan diri kita dihargai karena hasil pikiran dan perbuatan kita
~ Menjadi rendah hati dan hidup sederhana
~ Jadilah diri sendiri, kita semua satu persatu adalah unik, tak ada yang serupa dengan kita
~ Banyak berbuat dan mengucap syukur selalu


Penyakit hati ini memang tidak mudah untuk ditindas. GENGSI akan terus ada selama kita tidak menyadarkan diri kita sendiri dengan kenyataan yang ada, atau juga karena kurang mengucap syukur.

Lebih baik bangga bisa banyak membantu tanpa di ketahui, daripada berbuat sedikit tapi dibesar-besarkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar